Just Exploring My Mind

Gajah Mada adalah seorang mahapatih dari kerajaan majapahit yang terkenal dengan sumpah palapa. Pria cerdik ini memulai karir sebagai bekel di pasukan pengawal istana yang dikenal dengan “pasukan bhayangkara”. kemampuan masing-masing pasukan bhayangkara ini bermacam-macam, dari mulai memanah, menyamar sampai menirukan suara hewan disamping kemampuan dasar berupa kanuragan. Walaupun berjumlah tidak besar, tetapi kemampuan pasukan ini tidak dapat diragukan lagi.

Karir gajah mada mulai naik ketika dia berhasil menyelamatkan prabu jayanegara dari pemberontakan yang dipimpin rak kuti dan para winehsuka lainnya. Pemberontakan yang diibaratkan seperti ‘banjir bandang’ itu telah membuat sang prabu mengungsi jauh dari kotaraja. Pemberontakan ini konon di dudukung oleh salah satu dari 3 pasukan besar pengawal negara bahkan beberapa orang dari pasukan bhayangkara. Pasukan bhayangkara pemberontak umumnya berprilaku sebagai telik sandi untuk mengawasi gerak-gerik bhayangkara. Hal ini dapat dimaklumi mengingat gesit dan pintarnya bhayangkara dalam menjaga prabu sri jayanegara.

Kecerdikan gajah mada dalam mengelabui pemberontak memang harus diakui. Bagaimana tidak, hanya dengan 2 orang tetapi dapat mengelabui pasukan ‘segelar sepapan’ nya rak kuti untuk melarikan sang raja ke tempat yang lebih aman, yang kemudian menyusun kekuatan untuk melakukan serangan balasan. Padahal setelah berhasil menduduki istana. rak kuti sangat ingin sekali untuk meringkus jayanegara sekaligus menghukum pancungnya diahadapan rakyat kotaraja.

Ketika rak kuti memimpin, kotaraja dilukiskan dalam keadaan kabut kelam. Walaupun demikian, pemerintahan jayanegara pun sebenarnya tidak lebih bagus dari rak kuti, namun karena jayanegara dianggap keturunan yang sah dari istana maka segenap rakyat masih menaruh hormat padanya. Pemerkosaan, pemberontakan dan pembunuhan merupakan implikasi logis setelah pemberontakan terjadi, apalagi itu terjadi pada sistem negara zaman dahulu dimana tata hukum belum tertata dengan rapi. Hal ini didukung dengan kecongkakan rak kuti sendiri sebagai pemimpin pemberontak dan pemimpin negara sementara (sebelum dilakukan perebutan kembali).

Hal luar biasa lain yang dilakukan gajah mada adalah strategi dan kepemimpinannya dalam melakukan serangan balasan untuk merebut kembali kerajaaan. Gajah mada ketika itu hanya bermodalkan pasukan bhayangkara tersisa dan sebagian kecil pasukan istana yang masih setia pada prabu jayanegara. Oleh karena itu, penyerangan yang dilakukan didahului dengan membuat kekacauan di istana dan kotaraja yang kemudian disusul dengan penyerangan inti berupa serangan terbuka ke kerajaan. Pada serangan balasan itu, rak kuti berhasi terbunuh dan istana dapat direbut kembali.

Gajah mada memang seorang panglima sekaligus kesatria yang pintar. Walaupun dia hanya berpangkat bekel, tapi kecerdikan dan kemampuannya melebihi seorang tumenggung. Mungkin itulah sebabnya dia bisa menyatukan nusantara dibawah sumpah palapa yang dia ucapkan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: