Just Exploring My Mind

Kenangan di 3 Audisi

Masa remaja adalah masa penuh dengan kenangan dan ekspresi. kenangan karena itu merupakan bagian dari perjalanan dan pengalaman hidup, ekspresi karena remaja penuh dengan pengekspresian diri. Ada secuil perjalanan menarik dari hidupku yang terkadang membuat hidup ini terasa menjadi lebih ‘hidup’.

Ketika duduk di kelas 1, sekolahku SMA negeri 9 mengadakan audisi band bagi siswa sekolah untuk ditampilkan di pentas kreasi dan seni SMA negeri 9 atau lazim disebut PANKREAS. Kira-kira 3 minggu sebelum penutupan pendaftaran audisi, aku bersama teman-teman yaitu ramdhan, hariadi dan andri menyepakati untuk membuat sebuah band yang direncanakan mengikuti audisi tersebut. posisi masing-masing adalah aku sebagai drummer, kemudian andri sebagai basis, hariadi sebagai vokal dan ramdhan sebagai lead guitar. setelah itu, kami menjadi sering berkumpul untuk sekedar menyepakati lagu yang akan dibawakan atau latihan persiapan.

Setelah rembuk bersama, disepakati untuk membawakan hits dari red hot chili pappers untuk dipentaskan dalam audisi. Jika melihat warna musik, lagu red hot tersebut berwarna nge funk dengan sedikit sentuhan metal. 2 kali latihan kami belum menunjukkan kekompakan. hal ini bisa dimaklumi karena beat pada lagu tersebut memang menuntut kekompakan tingkat tinggi.

1 minggu menuju audisi, harmonisasi pada permainan musik yang dibawakan masih jauh dari harapan. Atas usulan seorang teman, kami mengubah rencana mengganti lagu red hot chili papper dengan lagu bombtrack dari rage againts the machines. warna aliran musik kali ini lebih ke hip metal yang memang sedang booming ketika itu. Untuk lagu yang satu ini, hanya dilakukan 1 kali latihan menjelang audisi. Namun harmonisasi alunan musik diantara personil lebih terjaga dibandingkan dengan lagu yang dibawakan sebelumnya.

hari H audisi, aku bersama teman-teman menunggu di teras depan studio untuk dipanggil guna pelaksanaan audisi. Kira-kira pukul 11.00 kami dipanggil masuk ke studio. disana aku lihat ada 3 pengaudisi yang diambil dari bintang tamu perhelatan PANKREAS. 3 pengaudisi itu duduk di lantai studio yang beralaskan karpet sedangkan kami tampil kira-kira 2 meter di depannya. 5 menit pertama digunakan untuk setting alat-alat musik. Selanjutnya kami pun mulai menggeber tembang bombtrack begitu bersemangat.

di 1/2 lagu, hariadi, andri dan ramdahan bersamaan menjingkrak/meloncat seiring dengan irama musik yang makin mengencang. sontak aku pun terbawa suasana waktu itu. pukulan ku pada senar drum menjadi lebih bertenaga dari sebelumnya. ‘yes, I like this music’, pikirku pada waktu itu. kurang dari 5 menit lagu tersebut telah selesai kami bawakan.

setelah selesai, kami pun bergegas keluar studio. sebelum aku beranjak dari drum, salah satu juri memberikan tepuk tangan sebagai tanda apresiasi untuk penampilan grup kami. setelah berjalan beberapa langkah, di depan studio terdapat kaca yang menghubungkan studio dengan pengatur sound. kami semua tersontak kaget, karena di depan kaca tersebut terdapat pengumuman dengan huruf kapital “DILARANG MELONCAT”, alamak.

kira-kira 3 hari setelah itu. pengumuman hasil audisi dipampang di papan OSIS. Dan seperti yang diduga sebelumnya, band kami dinyatakan tidak lolos untuk tampil di arena PANKREAS. sedikit kecewa, namun itulah masa remaja.

Bagi SMA ku, pentas seni rutin diadakan setiap tahun. Pada tahun kedua aku berada di sekolah, aku kembali mengikuti audisi. kali ini persiapannya dilakukan cukup matang. Ada perubahan sedikit pada personil band, yaitu pada posisi basis dan vokalis. Andri digantikan oleh idham sedangkan hariadi digantikan oleh Febrian.

kami bersama memutuskan untuk tetap membawakan musik beraliran hip metal dengan judul lagu pollution dari limp bizkit. ketika itu band bernama limp bizkit memang sedang booming. Tetapi, itu tak terlepas dari pro dan kontra, karena pada waktu itu begitu banyak anak muda yang menyukai limp biskit di satu sisi sedangkan di sisi lain begitu banyak juga yang memcelanya. mirip GNR di era 90an.

Seperti biasa hari H audisi kami menunggu antrian untuk dipanggil. Kira-kira pukul 3 sore kami memasuki ruang audisi. pengaudisi ketika itu diambil dari salah satu bintang tamu, kira-kira berjumlah 4 orang yang duduk di kursi 2 meter di depan vokalis kami. Pengaudisi bertanya kepada kami tentang lagu yang akan dibawakan. Febrian dengan enteng menjawab pollution dari limp bizkit. tak menyangka, salah satu pengaudisi mengejek kami dengan kata ‘wah sebaiknya tampil di Garut saja’.

Celetukan itu kontan membuat ku kaget dan sudah barang tentu membuat down penampilan ku. dalam benakku terpikir bahwa kemungkinan pengaudisi ‘antipati’ dengan yang band bernama limp bizkit. Meskipun demikian, kami semua tampil all out dengan detupan hip metal yang meletup-letup. Kurang dari 10 menit lagu pollution telah selesai dibawakan. satu demi satu personil kami keluar dari studio.

3 hari setelah itu hasil audisi diumumkan. sudah kami duga sebelumnya bahwa band kami memang tidak akan lolos untuk tampil di acara seni dan kreasi PANKREAS. Lagi lagi kekecewaan hadir di raut muka teman-teman ku. tapi itulah hebatnya kami, tidak pernah menyesal dengan apa yang pernah dilakukan.

Setelah lulus dari SMA 9, aku melanjutkan studi di teknik sipil ITB. Sedikit membanggakan memang karena setiap tahunnya bisa dikalkulasi dengan jari jumlah lulusan SMA 9 yang berhasil masuk ITB, apalagi itu fakultas teknik. Tahun pertama kuliah disebut Tahap Persiapan Bersama atau disingkat TPB-ITB. Di akhir masa TPB biasanya selalu diadakan pagelaran yang disebut TPB fair untuk menjalin keakraban mahasiswa tahun pertama dari berbagi jurusan. Pada waktu itu panitia TPB fair mengumumkan akan diadakan penampilan band dengan didahului oleh audisi bagi band yang akan tampil.

Aku, Ananto, Tomy dan Erikson sepakat membentuk suatu band untuk tampil di acara TPB Fair. lagu yang dipilih ketika itu adalah lagu dari rage againts the machines. Sebelum audisi, kami melakukan 1 kali latihan. Aku sendiri yakin, untuk kali ini pasti lolos audisi.

Tahun pertama atau disebut TPB mempunyai plesetan singkatan yaitu Tahap Paling Bahagia. Banyak orang bilang jikalau tahun pertama belum sekeras ketika kuliah di jurusan. maksud kata ‘sekeras’ disini adalah perihal tugas-tugas dan ujian. Namun ada satu momok di tahun pertama yaitu OSJUR. Ya Osjur merupakan hal yang membuat tahun pertama ‘terluka’ kebahagiannya.

Siang hari sebelum audisi, angkatan sipil ITB’02 mengadakan kumpul angkatan untuk mensosialisasikan barita-berita baru seputar Osjur atau lazim disebut ospek. Salah satu berita yang disosialisasikan ketika itu bahwa pengkader kami, yaitu HMS meminta kepada peserta ospek agar tidak mengikuti TPB fair dikarenakan akan bentrok dengan acara ospek yang akan mereka adakan bagi kami. kontan, seketika itu aku merasa kecewa. Tapi bagaimanapun, aku harus mengikuti aturan pengkader karena menjadi HMS lebih penting dari sekedar tampil di acara TPB fair.

Malam ketika TPB fair berlangsung, memang benar kami sedang melakukan acara kaderisasi tepat sekitar 25 meter di depan panggung TPB fair. waktu itu acara kaderisasi dilakukan di suatu ruangan bernama LFM. setelah acara kaderisasi selesai, rasa kecewa terbayar karena pada hari itu sipil ITB 02 dilantik menjadi seorang KUYA.

Demikian sekelumit kenangan ku dari tiga audisi. tampaknya memang aku kurang beruntung dalam dunia musik. tapi walau bagaimanapun bagiku musik hanyalah tempat menyalurkan hobi.

drum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: