Just Exploring My Mind

AL Hadits

Seperti Sabda Rosulullah SAW, kunci dari keselamatan hidup di dunia dan di akhirat adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Al hadits. kebetulan di suatu milis, pernah terlampir kumpulan hadits dari kerajaan arab saudi. berikut saya cuplikan beberapa hadits, dan dilampirkan soft file hadits tersebut.

semoga pahala mengalir kepada saya dan tangan pemberi sebelum saya. Amiin Ya ALLAH..

001-Hadist riwayat Ali ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda:
Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang
berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka

002-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang
laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab:
Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan
dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai
Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah
kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan shalat fardu,
menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya:
Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah
kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka
sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah,
kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai
masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tandatandanya;
Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara
tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu
tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegahmegahan
dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya
diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan
Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada
seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.
Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka
Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak
memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia
adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka

003-Hadist riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra., ia berkata:
Seseorang dari penduduk Najed yang kusut rambutnya datang menemui Rasulullah saw.
Kami mendengar gaung suaranya, tetapi kami tidak paham apa yang dikatakannya
sampai ia mendekati Rasulullah saw. dan bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw.
bersabda: (Islam itu adalah) shalat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya:
Adakah shalat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika
engkau ingin melakukan shalat sunat. Kemudian Rasulullah bersabda: (Islam itu juga)
puasa pada bulan Ramadan. Orang itu bertanya: Adakah puasa lain yang wajib atasku?
Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunat. Lalu
Rasulullah saw. melanjutkan: (Islam itu juga) zakat fitrah. Orang itu pun bertanya:
Adakah zakat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika
engkau ingin bersedekah. Kemudian lelaki itu berlalu seraya berkata: Demi Allah, aku
tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu,
Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya

1675-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat
puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab:
Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab:
Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab:
Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah
menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman
sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu
tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali
pada hari kiamat

1676-Hadist riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tiga perkara yang akan mengiringi mayit, yang dua akan
kembali dan yang satu akan menetap. Ia akan diiringi oleh keluarganya, hartanya dan
amal perbuatannya. Keluarga dan hartanya akan kembali dan tinggallah amal
perbuatannya

1677-Hadist riwayat Amru bin Auf r.as..:
Bahwa Rasulullah saw. mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk memungut
jizyahnya (upeti), karena Rasulullah saw. telah mengadakan perjanjian damai dengan
penduduk Bahrain dan mengangkat Alaa’ bin Hadhrami sebagai gubernurnya. Kemudian
Abu Ubaidah kembali dengan membawa harta dari Bahrain. Orang-orang Ansar
mendengar kedatangan Abu Ubaidah lalu melaksanakan shalat Subuh bersama
Rasulullah saw. Setelah shalat, beliau beranjak lalu mereka menghalanginya. Ketika
melihat mereka beliau tersenyum dan bersabda: Aku tahu kalian telah mendengar bahwa
Abu Ubaidah telah tiba dari Bahrain dengan membawa harta upeti. Mereka berkata:
Benar, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Bergembiralah dan berharaplah agar
mendapatkan sesuatu yang menyenangkan kamu sekalian. Demi Allah, bukan kefakiran
yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan
dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang
sebelum kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana
mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia
telah membinasakan mereka

1678-Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Ketika seorang dari kalian memandang orang yang
melebihi dirinya dalam harta dan anak, maka hendaklah ia juga memandang orang yang
lebih rendah darinya, yaitu dari apa yang telah dilebihkan kepadanya

1679-Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel,
seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin
menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat. Malaikat ini mendatangi orang yang
berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu menjawab: Warna
(kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik
kepadaku. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi
warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling
kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta. Atau: Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu
tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga
Allah memberkahinya untukmu. Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu
bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut yang indah dan
sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka
penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa
yang paling kamu senangi? ia menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat
berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian malaikat mendatangi yang
buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah mengembalikan
penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya,
sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang
paling kamu sukai? Ia menjawab: Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak.
Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu beranak-pinak sehingga orang yang
berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai sapi satu
lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah. Pada suatu ketika malaikat
kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk dan cara seperti ia
dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki dalam
perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan
kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah
serta harta benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu
berkata: Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka malaikat itu berkata
kepadanya: Aku seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit
belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir lalu diberi harta oleh Allah?
Orang itu berkata: Aku mewarisi harta ini secara turun-temurun. Malaikat berkata: Kalau
kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Setelah itu malaikat
tadi mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata
kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan orang
itu menjawabnya seperti jawaban orang yang belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika
kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Kemudian sesudah
itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu
lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan telah terputus seluruh sumber
rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada
Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekot
kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Dahulu aku buta, lalu
Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan dan
tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan membebani
kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk Allah. Maka malaikat
berkata: Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji, kamu
telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah dimurkai Allah

1680-Hadist riwayat Saad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
Demi Allah, aku adalah orang Arab pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah.
Kami pernah berperang bersama Rasulullah saw. dan tidak ada makanan yang dapat kami
makan selain daun hublah dan daun samur (dua macam tanaman padang pasir), sehingga
kotoran kami seperti kotoran kambing. Kemudian keesokan harinya Bani Asad
mengajariku pengetahuan agama. Kalau demikian, sungguh aku telah gagal dan usahaku
sia-sia. Dan Ibnu Numair tidak mengatakan: Kalau demikian

1681-Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Sejak berpindah ke Madinah, keluarga Muhammad saw. tidak pernah merasa kenyang
karena makan gandum selama tiga malam berturut-turut sampai beliau wafat

1682-Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Kami, keluarga Muhammad saw. sering hidup selama satu bulan tidak menyalakan api
(memasak), karena makananannya hanya kurma dan air

1683-Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Ketika Rasulullah saw. wafat di lemariku tidak ada sesuatu yang dapat dimakan manusia,
kecuali setengah roti gandum yang berada dalam sebuah lemari milikku lalu aku
memakan sebagian untuk beberapa lama, kemudian aku timbang ternyata telah habis

1684-Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. wafat ketika orang-orang sudah kenyang memakan kurma dan air

1685-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Dalam riwayat Ibnu Abbad:
Demi Tuhan yang jiwa Abu Hurairah berada dalam genggaman-Nya, belum pernah
Rasulullah saw. membuat keluarganya kenyang selama tiga hari berturut-turut dengan
roti gandum sampai beliau wafat

1686-Hadist riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda kepada Ashabul Hijr: Janganlah kamu sekalian memasuki
daerah kaum yang telah disiksa, kecuali jika kamu sekalian menangis. Kalau kamu tidak
menangis, janganlah memasuki daerah mereka agar kalian tidak tertimpa apa yang
menimpa mereka

1687-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Orang yang membiayai para janda dan orang miskin itu
bagaikan seorang pejuang di jalan Allah. Aku mengira beliau menambahkan: Dan
bagaikan orang yang selalu menjalankan shalat malam tanpa henti atau bagaikan orang
yang selalu berpuasa tanpa berbuka

1688-Hadist riwayat Jundub Al-Alaqiy ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mencari popularitas dengan amal perbuatannya,
maka Allah akan menyiarkan aibnya dan barang siapa yang riya dengan amalnya, maka
Allah akan menampakkan riyanya

1689-Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sungguh ada seorang hamba yang
mengucapkan satu kata (buruk) sehingga ia terjerumus ke dalam neraka lebih dalam dari
jarak antara timur dan barat

1690-Hadist riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat nanti seorang lelaki
dilemparkan ke dalam neraka, lalu seluruh isi perutnya keluar, kemudian ia berputar
membawa isi perutnya itu seperti seekor keledai memutari penggilingan. Lalu penghuni
neraka mengerumuninya dan bertanya: Hai Fulan, kanapa kamu disiksa seperti ini,
bukankah kamu menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran? Ia jawab:
Benar, aku dahulu menyeru kepada kebaikan, tetapi aku tidak melakukannya dan
mencegah kemungkaran namun aku tetap menjalankannya

1691-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala
kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk
dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di
malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya):
Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika
di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi
hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya

1692-Hadist riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Dua orang bersin di dekat Rasulullah saw., beliau mendoakan salah seorangnya dan
membiarkan yang lain. Orang yang tidak didoakan itu berkata: Si Fulan bersin kemudian
engkau mendoakannya, tetapi aku bersin, engkau tidak mendoakanku. Beliau bersabda:
Orang ini memuji Allah tetapi kamu tidak memuji Allah

1693-Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Menguap itu termasuk dari (gangguan) setan, maka
jika seorang dari kamu menguap, hendaklah ia menahan semampunya

1694-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Satu kaum dari Bani Israel telah hilang-lenyap tanpa diketahui
sebab apa yang telah dikerjakan dan tidak terlihat, kecuali (dalam bentuk) tikus. Tidakkah
kamu lihat, jika (tikus tiu) diberi susu unta, ia tidak meminumnya, tetapi jika diberi susu
kambing ia meminumnya

1695-Hadist riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam
lubang yang sama

1696-Hadist riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata:
Seorang lelaki memuji orang lain di hadapan Nabi saw. maka beliau bersabda: Celaka
kamu! Kamu telah memenggal leher temanmu, kamu telah memenggal leher temanmu!
Beliau mengucapkannya berulang-ulang. Apabila seorang di antara kamu terpaksa harus
memuji temannya, hendaklah ia berkata: Aku mengetahui kebaikan si Fulan namun Allah
lebih mengetahui keadaannya, dan aku tidak memberikan kesaksian kepada siapa pun
yang aku ketahui di hadapan Allah karena Allah lebih mengetahui keadaannya yang
sebenarnya

1697-Hadist riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Nabi saw. mendengar seorang memuji orang lain secara berlebih-lebihan, maka beliau
bersabda: Sungguh kamu telah membinasakannya atau telah memotong punggung orang
itu

1698-Hadist riwayat Aisyah ra.:
Dari Urwah ia berkata: Abu Hurairah ra. pernah meriwayatkan suatu hadist dengan
berkata: Wahai pemilik kamar, dengarkanlah! Wahai pemilik kamar, dengarkanlah!
Ketika itu Aisyah sedang shalat lalu setelah menyelesaikan shalatnya, ia berkata kepada
Urwah: Apakah kamu tidak mendengar ucapan orang ini tadi? Karena sesungguhnya
Nabi saw. jika mengucapkan suatu hadist, jika ada yang menghitungnya, maka ia pasti
dapat menghitungnya

1699-Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ketika diperintahkan kepada Bani Israel, masukilah pintu itu
sambil sujud dan mengucapkan: “Ampunilah dosa kami”, niscaya dosa-dosamu akan
diampuni. Lalu mereka mengganti dan memasuki pintu itu sambil merayap atas dubur
mereka dan mengucapkan: “Sebiji gandum dalam sehelai rambut”

1700-Hadist riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Allah Taala menurunkan wahyu kepada Rasulullah saw. secara beruntun
menjelang wafat sampai beliau wafat, dan wahyu yang paling banyak diturunkan adalah
pada hari kewafatan Rasulullah saw.

1701-Hadist riwayat Umar ra.:
Dari Thariq bin Syihab bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Umar: Sesungguhnya
kamu sekalian membaca suatu ayat yang andaikata diturunkan kepada kami, niscaya hari
itu kami jadikan hari raya. Umar berkata: Aku tahu di mana dan di hari apa ayat itu
diturunkan serta di mana Rasulullah saw. berada ketika ayat itu diturunkan. Ayat tersebut
diturunkan di Arafah saat Rasulullah saw. sedang wukuf di Arafah. Sufyan berkata: Aku
ragu-ragu apakah hari itu Jumat atau bukan. Ayat tersebut adalah “Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu”

1702-Hadist riwayat Aisyah ra.:
Dari Urwah bin Zubair, bahwa ia bertanya kepada Aisyah tentang firman Allah: Dan jika
kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana
kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga
atau empat. Aisyah berkata: Hai keponakanku, ayat itu berbicara tentang seorang anak
perempuan yatim yang berada dalam asuhan walinya, di mana harta anak perempuan itu
telah bercampur dengan harta wali, kemudian wali itu tertarik dengan harta dan
kecantikannya dan ingin mengawininya tanpa membayar mahar yang layak seperti yang
akan dibayar orang lain kepada anak perempuan itu. Sehingga para wali dilarang
menikahi mereka, kecuali bila mereka berlaku adil dan membayar mahar yang layak
(mitsil) dan para wali juga diperintahkan untuk menikahi perempuan lain yang baik bagi
mereka. Urwah melanjutkan: Aisyah berkata: Sesudah turun ayat ini, para sahabat
meminta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang perempuan yatim yang berada dalam
asuhan, lalu Allah menurunkan ayat: Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para
wanita. Katakanlah: Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang
dibacakan kepadamu dalam Alquran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang
kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu
ingin mengawini mereka. Aisyah berkata: Maksud firman Allah Taala: Dan apa yang
dibacakan kepadamu dalam Alquran adalah ayat pertama yang ada dalam firman Allah:
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim
(bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu
senangi. Adapun maksud ayat lain yang berbunyi: Sedang kamu ingin mengawini
mereka, adalah ketidaksenangan seorang wali di antara kamu terhadap perempuan yatim
asuhannya yang tidak memiliki harta dan kecantikan sehingga mereka dilarang menikahi
perempuan yatim yang banyak harta serta cantik kecuali dengan membayar mahar mitsil
karena ketidaksenangan mereka kepada perempuan yatim yang miskin dan tidak cantik
1703-Hadist riwayat Aisyah ra.:
Tentang firman Allah: Barang siapa yang miskin, maka ia boleh memakan
(menggunakan) harta itu menurut dengan yang sepantasnya, ia berkata: Ayat ini
diturunkan mengenai seorang wali yang mengurus harta anak yatim serta yang mengasuh
dan mendidiknya, jika ia membutuhkan ia boleh memakan harta anak yatim itu dengan
yang sewajarnya

1704-Hadist riwayat Aisyah ra.:
Tentang firman Allah: Ketika mereka datang kepadamu dari atas dan bawahmu, dan
ketika penglihatan mulai kabur dan hati naik sampai ke tenggorokan, ia berkata:
Peristiwa ini terjadi ketika perang Khandaq

1705-Hadist riwayat Aisyah ra.:
Tentang firman Allah: Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak
acuh dari suaminya, ia berkata: Ayat ini berbicara tentang seorang wanita yang sudah
lama berumah tangga, kemudian suaminya bermaksud menceraikannya. Karena itu ia
berkata: Jangan ceraikan aku! Kamu aku bebaskan dari kewajiban-kewajiban terhadapku!
Maka turunlah ayat ini

1706-Hadist riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Said bin Jubair, ia berkata: Penduduk Kufah berselisih mengenai ayat: Barang siapa
membunuh orang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam,
maka aku pergi menjumpai Ibnu Abbas ra. untuk menanyakan ayat ini. Ia menjawab:
Ayat tersebut termasuk ayat-ayat yang terakhir diturunkan dan tidak ada satu ayat pun
yang menasakhnya (membatalkan hukumnya)

1707-Hadist riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Beberapa kaum bertemu dengan seorang lelaki yang sedang menggembalakan
kambingnya, kemudian orang itu memberi salam: Assalamu`alaikum! Mereka langsung
menangkap dan membunuhnya serta merampas kambing-kambingnya, maka turunlah
ayat: Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam
kepadamu: Kamu bukan orang mukmin. Ibnu Abbas ra. membacanya: “As-salaam”

1708-Hadist riwayat Barra’ ra., ia berkata:
Dahulu, Jika orang-orang Ansar menunaikan haji, lalu mereka kembali (ke rumah
mereka), mereka memasuki rumah mereka melalui pintu belakang. Kemudian seorang
Ansar memasuki rumahnya melalui pintu depan, lalu hal itu dipertanyakan kepadanya,
maka turunlah ayat: Bukanlah merupakan kebaktian memasuki rumah-rumah dari
belakangnya

1709-Hadist riwayat Abdullah bin Masud ra.:
Tentang firman Allah: Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan
kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Ia
berkata: Ada sekelompok jin yang masuk Islam. Sebelum itu mereka disembah manusia,
maka orang-orang yang menyembah (jin) itu tetap menyembah mereka padahal sebagian
jin itu telah masuk Islam

1710-Hadist riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Said bin Jubair, ia berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Abbas ra.: Bagaimana dengan
surat At-Taubah? Ia berkata: At-Taubah! Ia adalah Fadhihah (yang menampakkan aib).
Tidak henti-hentinya turun ayat “wa minhum” (dan di antara mereka), “wa minhum” (dan
di antara mereka), sampai mereka mengira bahwa tidak ada seorang pun di antara kami
yang rahasianya tidak disebut dalam surat itu. Aku bertanya lagi: Bagaimana dengan
surat Al-Anfaal? Ia menjawab: Surat itu diturunkan ketika Perang Badar. Bagaimana
dengan surat Al-Hasyr? Tanyaku. Ia menjawab: Diturunkan berkenaan dengan Bani
Nadhir

1711-Hadist riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Umar berkhutbah di atas mimbar Rasulullah saw. Setelah membaca hamdalah dan
memuji Allah, ia berkata: Sesungguhnya telah diturunkan ayat tentang pengharaman
khamar (minuman keras) yang terbuat dari lima jenis; gandum, jelai, kurma, anggur dan
madu. Khamar adalah sesuatu yang menghilangkan kesadaran akal. Dan ada tiga perkara,
wahai hadirin sekalian, yang aku ingin sekali Rasulullah saw. mewasiatkan kepada kita

kumpulan hadist – all

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: